Berapa harga cintamu ayah

Posted by: lukmanariefu09 in Academic No Comments »

Seperti tercerabut dari mimpi dan harapan masa depan, mungkin itulah yang terus menggelayut di otaku kini. Sesekali aku berfikir tentang hidupku yang pincang; pincang dari keadaan, pincang dari sebuah senyum keceriaan, bahkan pincang segalanya-galanya. Meski aku teralahir dari keluarga yang begitu sederhana, namun kukatakan bahwa diriku bukanlah anak yang terlahir tidak normal, aku tidak pincang singkatnya.

Terus terang sejak kecil, hingga mulai memasuki usia remaja, aku tidak pernah betul-betul menghargai cinta dari kedua orang tua, khususnya ayah. Harapan kasih sayangnya selalu saja kutimpali dengan olokan-olokan kasar, bahkan tak jarang kuusik kemarahannya dengan tindakan yang menyebalkan. Kuakui diriku memang seperti itu terhadap ayah, padahal selama ini ayah sudah bersusah-payah memberiku harapan dan memenuhi segala kemauanku. Saat ayah harus bekerja keras di sawah saja misalnya dengan penyakit yang sudah menggerogoti, lalu ia memintaku untuk menaikkan rerumputan ke pematang sawah, bukannya aku melakukan dengan ikhlas, tapi dengan gerutuan yang tiada habisnya.

Dan saat ini usiaku sudah beranjak dewasa, orang-orang yang tahu persis masa kecilku berkata kalau sekarang ini aku sangat lain jika dibandingkan ketika usiaku masih kanak-kanak dulu. Ada yang mengatakan dulu aku nakalnya minta ampun, sering membuat onar dan menyakiti orang lain tanpa pandang bulu, bahkan dulupun aku punya julukan bangsa Maregge’ sebagai lambang kenakalanku. Aku kerap tersenyum lebar, entah bagaimana sejarahnya dengan julukan itu, tapi sedikit demi sedikit kudapati juga dari nenek perihal nama itu. Read the rest of this entry »

Makna dari sebuah kehidupan

Posted by: lukmanariefu09 in Academic, My Blog No Comments »

Di suatu kota lahirlah seorang anak yang bernama Raina dia adalah seorang yang lahir dengan kehidupan yang sangat tidak memungkinkan dia lahir dengan usia 8 bulan pada saat itu ia di perkirakan tidak akan bisa bertahan lagi untuk bisa hidup dan mengenal kehidupan kedepannya,pada saat itu ibu dan ayahnya memang bukan dari sebuah keluarga yang mampu,sejak kecil ia tidak pernah mengalami rasa kasih sayang dari seseorang nenek yang siap menimang cucunya disaat cucunya lahir.Ya ini kenyataan hidup ibu dan bapaknya harus pindah ke Bogor dan hidup menumpang dengan nenek tiri dan kakek banyak orang yang selalu berbicara bahwa hidup itu indah sejak ia berumur 5 tahun dia selalu menyebutkan “mamah kapan kita bisa hidup tenang tanpa nenek yang selalu memarahi mamah” disitu ibunya hanyaa bisa menangis dan berkata “sabar ya nak,tuhan maha adil sutu hari nanti kita pasti akan menemukan hidup kita yang sebenarnya”,sambil meneteskan air mata.
Pada saat dia tinggal menumpang di tempat neneknya bapaknya hanyalah pegawai kantor bawahan yang gajinya hanya cukup untuk makan 1 hari 1 kali itu pun harus di bagi berdua.itu lah pengalaman yang sangat pait jika kita ada di bawah.nenek itu selalui memperlakukan ibunya dengan perilaku seperti pembantu tapi setelah itu buat mengambil satu butir nasi pun tidak pernah di izinkan, benci.kesal dan marah itu yang selalu ada dalam benaknya.yang mungkin akan dia ingat sampai ia dewasa nanti.
Pada saat ia kelas 4 sd dia mulai menyimpan sebuah dendam yang besar terhadap nenek tirinya kata-kata ”aku benci nenek” sudah tidak asing lagi untuk di dengar.pada saat itu papahnya sudah lumayan memiliki penghasilan yang cukup untuk keluar dari rumah itu da melanjutkan hidup di luar sana.pada saat raina kelur dari sd ia melanjutkan sma di Bandung dia sekolah berasrama pada saat itu dia baru bisa tau rasanya hidup sendiri tanpa ada orang yang biasanya selalu hadir menemaninya memeng susah banyak banget cerita pait sampai yang paling indah yang terjadi disana.contoh salah satunya adalah pertemanan selama ini yang kita tau teman hanya tempat cerita tapiu ternyata kita salah teman itu serbaguna buat kehidupan kita buat raina ketika ia berasrama teman adalah serbaguna teman juga bisa menjadi orang tua kita apalagi di asrama dari pagi sampai pagi lagi yang ada cuman temen dari teman kita bisa dapat banyak banget cerita pengalaman arti dan makna.
Mungkin seorang anak smp belum mengerti apa itu hidup .yang ia mengetrti hanya main dan nikmati hidup apa adanya ya,itu juga yang di alami dengan raina sewaktu ia kelas 1 ia adalah seorang anak yang cukup baik dan nurut ketika di sekolah dan di asrama dari seragam,hingga kumpulin hp yang ada di asrama dan 1 lagi ga kenal yang namanya pacaran jadi hidup dia masih stabil ajah tanpa ada yang ganggu.dia juga mempunyai prestasi yang cukup baik di dalam lingkungan sekolah.dan juga pergaulannya masih sangat stabil .apa mungkin ini yang dinamakan masih dalam tahap anak-anak . Read the rest of this entry »